6 Bahaya Diet Keto yang Wajib Diketahui, Bikin Gangguan Pencernaan

Armoura
Armoura
Gambar: Istimewa

Ada banyak jenis diet yang bisa dilakukan salah satunya ialah Diet Keto. Diet keto merupakan pola makan yang membuat kamu sangat membatasi asupan karbohidrat. Sebagai penggantinya, asupan protein dan lemak diperbanyak. Meski banyak yang bilang kalau diet ketogenik ini cukup ampuh menurunkan berat badan, sebaiknya ketahui dulu bahaya dari diet ini.

Diet keto dipercaya mampu menurunkan berat badan dalam waktu singkat dan baik bagi penderita diabetes. Namun di balik hasilnya yang terlihat menjanjikan, diet keto bisa mendatangkan efek samping. Efek samping diet keto mulai dari gangguan pencernaan hingga kondisi ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes yang berbahaya.

Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber, 6 bahaya diet keto yang wajib diketahui, bikin gangguan pencernaan, Selasa (12/5/2020).

1. Keto Flu

armoura
Gambar: Istimewa

Dilansir dari laman Health, Josh Axe, seorang dokter pengobatan alami dan ahli gizi klinis asal Amerika Serikat memperkirakan bahwa sekitar 25 persen orang yang pernah mencoba diet ketogenik mengalami gejala keto flu. Hal itu terjadi karena tubuh Kamu kehabisan gula untuk membakar energi, dan harus mulai menggunakan lemak.

Transisi itu cukup untuk membuat tubuh merasa lelah selama beberapa hari. Kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan meminum banyak air dan banyak tidur. Setelah itu, gabungkan sumber energi alami untuk memerangi kelelahan, seperti teh hijau matcha, kopi organik, dan pengganti karbohidrat yang lebih alami.

2. Berat badan turun dengan cepat

Pada dasarnya orang yang melakukan diet keto memang ingin menurunkan berat badan. Memang penurunan berat badan akan terjadi jika Kamu melakukan diet ini. Pasalnya, karbohidrat yang menjadi sumber energi utama sangat sedikit jumlahnya di dalam tubuh. Hal ini yang membuat lama-kelamaan berat badan turun.

Namun jangan senang dulu. Penurunan berat badan ini biasanya tak bertahan lama dan hanya sesaat. Mengapa? Karena pada awalnya memang tubuh kehilangan energi utama dan akhirnya menggunakan lemak sebagai cadangan energi.

3. Diare

Armoura
Gambar: Istimewa

Jika perut Kamu sering mulas hingga diare saat sedang menjalani diet keto, kamu tidak sendirian. Hal ini disebabkan oleh kantong empedu, organ yang membantu memecah lemak dalam makanan, sedang “kewalahan”.

Diare juga bisa disebabkan oleh kurangnya serat dalam diet yang dapat terjadi ketika seseorang menjalani diet keto, tapi tidak melengkapi dengan makanan kaya serat seperti sayuran. Kadang, intoleransi terhadap susu atau pemanis buatan bisa menghasilkan kejadian serupa.

4. Gangguan pencernaan

Efek samping umum yang sering terjadi akibat diet keto adalah gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sering buang gas, atau sembelit. Ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup serat dari buah, biji-bijian, dan sayur tertentu. Pada beberapa kasus, ada juga yang mengalami diare.

5. Bau mulut

Armoura
Gambar: Istimewa

Saat menjalani diet keto, tubuh yang mengolah keton (zat yang dihasilkan dari metabolisme lemak) meningkatkan aseton dalam darah, keringat, urin, dan juga melalui napas kamu. Utamanya ini akan menyebabkan bau pada mulut.

Maka itu, jika Kamuberniat untuk melakukan diet ketogenik ini sebaiknya konsultasikan pada dokter dan ahli gizi. Hal ini untuk mencegah bahaya diet keto terjadi pada kamu. Dengan begitu, tim medis akan mengetahui kondisi pasti dan diet yang tepat untuk kamu.

6. Kadar gula darah turun

Selain itu, adaptasi pada tubuh dengan diet keto yang dilakukan bisa menimbulkan gejala hipoglikemia, yaitu gangguan kesehatan ketika kadar gula dalam darah di bawah batas normal. Hipoglikemia dapat menyebabkan seseorang jadi sulit konsentrasi, cepat lelah, detak jantung tidak normal, gangguan tidur, hingga mengalami sindrom kecemasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top