6 Jenis Jerawat yang Sering Muncul di Wajah, Bikin Enggak Percaya Diri

Armoura
Armoura
Gambar: Istimewa

Jerawat merupakan sebuah kondisi di mana folikel rambut di kulit tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit mati. Jerawat tidak hanya bisa memperburuk penampilan pada saat kemunculannya. Tapi, juga dapat meninggalkan bekas luka yang tidak kalah menyebalkan. Hadirnya jerawat ditandai dengan kulit berminyak, munculnya bintil kecil, dan komedo.

Jerawat bisa dibilang sebuah masalah wajah terbesar bagi sebagian besar orang, khususnya wanita. Jerawat umumnya disebabkan karena pori-pori kulit yang tersumbat oleh minyak berlebih, kotoran, sel kulit mati, dan terinfeksi bakteri. Meskipun bahaya bagi kesehatan tidak terlalu signifikan, namun, bila tak dirawat dengan cara yang tepat maka risikonya akan semakin besar.

Mengenal beragam jenis-jenis jerawat menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting agar kamu tidak salah langkah dalam mengusir jerawat dari wajah. Jerawat sering menjadi masalah kesehatan yang menjengkelkan bagi siapapun. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara perawatan yang tepat untuk setiap jenis jerawat.

Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber, 6 jenis jerawat yang sering muncul di wajah, bikin enggak percaya diri, Rabu (21/5/2020).

1. Jerawat Blackhead

Armoura
Gambar: Istimewa

Blackhead atau komedo terbuka adalah benjolan kecil berwarna hitam di permukaan kulit wajah yang sering muncul di area hidung. Komedo ini terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh kombinasi sebum dan sel kulit mati. Pada blackhead, bagian atas pori tetap terbuka, meskipun sisanya tersumbat. Ini menghasilkan karakteristik warna hitam yang terlihat di permukaan.

Blackhead tidak menimbulkan rasa sakit atau kemerahan di kulit seperti jerawat pada umumnya. Blackhead atau komedo terbuka ini juga sering disebut sebagai jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan.

2. Jerawat kistik

Seseorang yang memiliki jerawat kistik biasanya akan lebih berisiko memiliki ragam jenis jerawat parah lainnya. Jenis jerawat ini merupakan jerawat dengan kista merah yang berukuran cukup besar di bawah kulit, dan berisikan nanah yang membuatnya terlihat seperti bisul. Jika Kamu mengalami jerawat kistik atau jerawat bernanah, disarankan untuk membicarakan hal ini ke dokter kulit. Sebab, penggunaan obat yang dijual bebas di toko biasanya tidak cukup ampuh untuk menghilangkan jerawat jenis ini.

3. Jerawat Whitehead

Armoura
Gambar: Istimewa

Whitehead atau komedo tertutup juga merupakan jenis jerawat yang disebabkan penyumbatan pori-pori oleh minyak dan sel kulit mati. Tidak seperti komedo hitam yang hanya tersumbat sebagian, penyumbatan whitehead menutupi seluruh permukaan teratas pori. Ini menyebabkan jerawatnya akan seperti benjolan putih kecil.

Whiteheads umumnya lebih susah diobati ketimbang blackheads karena pori-pori sudah tertutup. Namun, produk yang mengandung asam salisilat dapat membantu menghilangkan whiteheads. Penggunaan retinoid topikal juga akan memberikan hasil terbaik untuk jerawat jenis ini.

4. Jerawat Batu

Kondisi di mana jerawat membentuk nodul atau benjolan jerawat batu yang meradang. Warnanya pun bisa berubah menjadi ungu atau merah tua. Jerawat nodulokistik parah biasanya akan meninggalkan luka yang cukup mengganggu. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan menyuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam jerawat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi peradangan dan ukuran jerawat yang bisa cukup menyakitkan. Pengobatan yang tepat oleh dokter kulit Kamu juga bisa meminimalkan jaringan parut bekas jerawat ini.

5. Jerawat Papula

Armoura
Gambar: Hellosehat

Papula adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, dan jika diraba akan terasa seperti tonjolan padat yang terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan. Namun, jerawat papula tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Papula terjadi ketika dinding di sekitar pori-pori Kamu rusak karena peradangan parah. Ini menghasilkan pori-pori keras dan tersumbat yang empuk saat disentuh. Kulit di sekitar pori-pori ini biasanya berwarna merah muda. Itu kenapa papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi.

6. Jerawat Nodul

Nodul terjadi ketika pori-pori yang tersumbat dan membengkak mengalami iritasi lebih lanjut dan tumbuh lebih besar. Nodul adalah jenis jerawat inflamasi yang terbentuk di bawah kulit dan bisa menimbulkan rasa sakit. Tidak seperti pustula dan papula, nodul lebih dalam di bawah kulit. Karena nodul begitu dalam di dalam kulit, Kamu biasanya tidak bisa merawatnya di rumah. Obat resep diperlukan untuk membantu membersihkannya. Setelah benjolan mengempis, biasanya akan muncul bekas jerawat yang berwarna gelap.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top