6 Keunggulan Sabun Antiseptik yang Wajib Diketahui, Sering Diabaikan

Gambar: Istimewa

Sabun antiseptik merupakan salah satu produk kebersihan tubuh yang sudah tidak asing lagi didengar dan mudah ditemukan di pasaran. Hingga saat ini, penggunaan sabun antiseptik kerap mengundang pro kontra tersendiri di tengah masyarakat.

Salah satu alasan terbesarnya karena sebagian orang menganggap bahwa sabun antiseptik sebenarnya tidak menawarkan efektivitas yang lebih dibandingkan sabun biasa. Terlepas dari pro dan kontra, ada banyak manfaat yang ditawarkan sabun jenis ini.

Jika sistem imun sedang tidak baik, Anda akan lebih mudah untuk terkena berbagai macam penyakit. Anda dapat mencegah hal tersebut dengan menggunakan sabun antiseptik sehingga kebersihan dan kesehatan tubuh selalu terjaga.

Memilih sabun antiseptik memang terlihat mudah, tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Kami akan memberi tips memilih sabun antiseptik agar sesuai dengan kulit Anda. Tak lupa, ada juga rekomendasi produk terbaik.

Berikut telah kami rangkum, 6 rekomendasi sabun antiseptik dan keunggulannya yang wajib diketahui.

Keunggulan Sabun Antiseptik

Gambar: Istimewa
  1. Mengandung Bahan Antimicrobial Aktif

Sabun antiseptik dirancang dengan bahan antimicrobial atau antibakteri khusus yang tak dapat ditemukan pada sabun biasa. Pada banyak produk sabun antiseptik, bahan antibakteri aktif yang digunakan berupa triclosan dan triclocarban.

Meski pada dasarnya terbukti aman digunakan, penggunaan dua jenis bahan antimicrobial ini perlahan mulai ditinggalkan. Itu sebabnya, beberapa merek sabun antiseptik modern telah mengganti penggunaan triclosan dan triclocarban dengan bahan antibakteri natural yang terinspirasi dari alam. Dengan begitu, manfaat melawan kuman tetap bisa didapatkan, dan faktor kesehatan keluarga juga tetap terjaga.

  1. Lebih Efektif Membasmi Kuman

Salah satu tugas utama sabun antiseptik adalah mengurangi atau bahkan membasmi kuman penyebab penyakit. Mengingat risiko paparan kuman dalam aktivitas sehari-hari sangat tinggi, kandungan bahan pembersih dalam sabun biasa terkadang tak cukup melindungi tubuh.

Di sinilah sabun antiseptik menawarkan peran penting. Dengan kandungan bahan antibakteri khusus, sabun antiseptik efektif melindungi tubuh dari kuman yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, memicu pertumbuhan jamur, atau penularan penyakit.

  1. Memiliki Kandungan Timol

Agar dapat melindungi dan membersihkan tubuh dari bakteri jahat secara maksimal, sabun antiseptik juga dihadirkan dengan beberapa bahan spesial, salah satunya yaitu timol. Untuk diketahui, timol dikenal sebagai bahan antiseptik alami yang berasal dari tanaman herbal bernama timi.

Bahan antiseptik timol sendiri didapatkan dari bagian kuncup dan minyak daun tanaman timi. Tak hanya menghasilkan wewangian khas, timol juga dikenal ampuh membersihkan kulit dan mencegah infeksi. Kandungan timol yang penuh manfaat ini akan sangat sulit ditemukan pada produk sabun biasa.

  1. Pilihan Tepat Saat Sistem Imun Lemah

Bahaya infeksi bakteri dan kuman tentu sudah menjadi rahasia umum. Ada begitu banyak penyakit, dari ringan hingga berbahaya, yang bisa muncul karena bakteri dan kuman yang bersarang di tubuh. Itu sebabnya, tubuh manusia sudah dilengkapi mekanisme pertahanan alami untuk melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, maupun virus.

Namun, saat sedang sakit atau tidak fit, sistem imunitas tubuh manusia akan ikut melemah. Sebagai akibatnya, tubuh tidak mendapat perlindungan maksimal dan rentan terinfeksi kuman atau bakteri. Dalam hal ini, bahan antimicrobial yang dimiliki sabun antiseptik dapat menjadi alternatif pelindung yang baik.

Saran penggunaan sabun antiseptik

Gambar: Pixabay
  • – Setelah menyentuh sesuatu yang menjadi sarang bakteri. Dalam hal ini, termasuk barang atau fasilitas umum, hewan peliharaan, dan lain sebagainya.

 

  • – Setelah melakukan aktivitas tinggi di luar ruangan, khususnya yang rentan polusi udara dan debu. Misalnya berolahraga, hiking, dan lain sebagainya.

 

  • – Anda akan berinteraksi atau melakukan kontak fisik dengan orang yang memiliki sistem imunitas tubuh lemah dan berisiko tinggi terkena infeksi. Misalnya pasien rumah sakit, pasien panti jompo, bayi, dan lain sebagainya.

 

  • – Adanya kontak fisik dengan orang yang terjangkit penyakit menular seperti infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan atas, diare.

 

  • – Anda terlibat dalam lingkungan yang mengharuskan untuk menjaga kebersihan dan tetap steril, seperti pusat perawatan anak, preschool, area persiapan makanan, dan lingkungan medis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top