Beda Jerawat Purging dan Breakout, Pahami Perubahan Kondisi Kulit

Armoura

 

Armoura
Gambar: Istimewa

Perawatan kulit merupakan rutinitas wajib untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajah. Seringkali perawatan wajah juga digunakan untuk mengoreksi masalah yang ada di wajah. Tidak jarang pula, orang yang melakukan perawatan kulit menginginkan hasil yang cepat dan signifikan.

Perawatan kulit adalah salah satu rutinitas yang cukup sering dilakukan, khususnya bagi perempuan. Meski begitu, masih banyak di antara kita yang belum menemukan produk yang cocok. Alhasil kita pun lebih sering gonta-ganti skincare. Mencoba skincare baru berarti kamu harus siap resiko ketidakcocokan pada kulit.

Banyak di antara kita yang mengalami perubahan kondisi kulit yang cukup drastis saat mencoba produk baru. Terdapat dua kondisi yang umum dialami, yakni purging dan breakout. Meski sama-sama menunjukkan perubahan kondisi kulit yang lebih buruk, namun keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber, beda jerawat purging dan breakout pahami perubahan kondisi kulit, Sabtu (23/5/2020).

1. Purging

Purging ditandai dengan munculnya jerawat, kulit menjadi kering, atau malah tiba-tiba menjadi sangat berminyak. Hal ini umum terjadi ketika kamu mencoba skincare yang memiliki kemampuanĀ  mempercepat regenerasi kulit. Purging menajdi bagian dari proses regenerasi kulit, yang memunculkan jerawat di tempat yang sebelumnya ditumbuhi jerawat. Purging bisa berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan.

  • Penyebab Purging

Purging disebabkan oleh kandungan retinoid atau asam alfa-hodroksi yang memicu pergantian sel kulit mati. Purging muncul dengan cepat dan proses keringnya juga cepat. Bisa dibilang, purging adalah reaksi normal dari penggunaan produk perawatan kulit dan akan membaik dengan sendirinya. Yang perlu dilakukan adalah mengurangi intensitas penggunaan produk perawatan kulit berbahan kimia.

Jika proses purging tidak berhenti setelah 4 minggu, ada baiknya memeriksakan kulit ke dokter ahli. Hal ini biasanya dikarenakan komedo super kecil bernama microcomedones berubah menjadi blackhead, whitehead, atau jerawat. Microcomedones adalah sisa-sisa sel kulit mati yang tidak terangkat di lapisan kulit.

Jika kamu menggunakan produk skincare yang berfungsi untuk mempercepat regenerasi kulit, biasanya akan terjadi jerawat di beberapa bagian karena produk tersebut sedang bekerja mempercepat pengangkatan sel kulit mati. Kandungan skincare yang dapat menyebabkan purging di antaranya: hydroxy acids seperti salicylic acid, vitamin C, retinoids, benzoyl peroxide, produk eksfoliasi seperti scrubs dan enzyme exfoliants. Sedangkan prosedur chemical peeling, laser, dan microdermabrasi juga turut menyebabkan purging.

2. Breakout

Berbeda dengan purging, breakout adalah tanda bahwa kulit wajah tidak cocok dengan produk yang digunakan. Breakout adalah reaksi iritasi atas penggunaan produk tertentu. Breakout biasanya terjadi di bagian wajah yang sebelumnya tidak bermasalah sama sekali.

Breakout merupakan kondisi yang jelas-jelas menandakan ketidakcocokan kulit terhadap suatu bahan produk skincare maupun makeup. Hal ini memang yang paling menyebalkan saat mencoba produk baru. Umumnya breakout ditandai dengan dengan inflamasi atau jerawat yang sangat meradang. Jika kondisi kulit semakin memburuk, sebaiknya segera menghentikannya dan beralih ke produk lain.

Breakout ditandai dengan jerawat dalam jumlah banyak, berukuran besar dan terus bertambah seiring waktu. Iritasi yang menyebabkan breakout pada setiap orang beragam, bisa karena kandungan silikon, ester, alkohol, detergen, atau bahan-bahan iritan lainnya. Segera hentikan jika kulit wajah muncul reaksi breakout. Ada baiknya untuk melakukan review atau peninjauan produk sebelum membeli,dan memeriksa kandung-kandungan dalam produk perawatan kulit. Jika belum yakin, lebih baik membeli produk ukuran kecil atau trial size.

  • Penyebab Breakout

Ketika kamu sedang mengalami breakout akibat produk tertentu, sebaiknya hentikan pemakaian skincare apapun selain sabun pembersih dan sunscreen untuk sementara. Setelah itu kamu juga bisa mencatat bahan apa yang biasanya membuatmu breakout dan sebisa mungkin hindari produk yang mengandung bahan yang sama.

Tidak semua pengalaman breakout sama, ada beberapa orang yang tidak cocok dengan bahan tertentu, ada juga yang baik-baik saja. Jadi penting sekali bagi kamu untuk mencatat bahan skincare yang cocok dan tidak cocok sebagai referensi. Meskipun begitu ada beberapa bahan skincare yang umumnya perlu dihindari, yakni: alkohol, ester, detergen, silicone, dan lanolin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top