Ini Bahaya Pencet Jerawat di Wajah, Bisa Perlambat Proses Penyembuhan

Armoura
Armoura
Gambar: Istimewa

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum diderita baik oleh remaja hingga mereka yang berusia dewasa. Keberadaannya yang membuat kulit jadi terlihat aneh, pun rasa sakit yang timbul membuat jerawat sangat dibenci. Tak urung, berbagai cara pun dilakukan untuk memusnahkan gangguan ini.

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan saat mengalami masalah jerawat ialah memencet paksa agar kotoran yang ada bisa dibuang. memencet jerawat adalah tindakan yang tidak disarankan. Sebab hal ini mempunyai banyak efek buruk, terutama wajah yang terkenal memiliki tempat yang disebut segitiga kematian.

Disebut segitiga kematian, adalah bagian-bagain wajah yang berisi syaraf-syaraf penting yang berada di sekitar hidung, mulut, dan mata yang mengalir ke bagian belakang kepala, di dasar otak.oleh karena itu memencet jerawat bisa berbahaya bagi kesehatan.

Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber, ini bahaya pencet jerawat di wajah, bisa perlambat proses penyembuhan, Jumat (22/5/2020).

Bahaya Pencet Jerawat

Armoura
Gambar: Hellosehat

Menurut Dr. Adalja, area segitiga wajah tersebut terhubung langsung ke pembuluh darah di tengkorak kepala. Ketika terjadi infeksi, penyebarannya bisa berlangsung dengan cepat dan efeknya lebih serius. Jika jerawat yang ada dalam area segitiga ini pecah, pintu masuk bagi bakteri untuk menginfeksi tubuh sangat terbuka lebar. Bakteri yang masuk bisa mudah berpindah dan menginfeksi pembuluh darah di area otak.

Terlebih jarak yang harus dilalui untuk sampai ke otak cukup pendek. Hal ini bisa menyebabkan komplikasi berbahaya yang bisa mengancam nyawa. Selain itu, tepat di bawah hidung dan mulut ada empat saraf kranial utama yang mengendalikan fungsi di dalam dan sekitar wajah. Ketika salah satu dari saraf ini mengalami infeksi yang parah, Kamu  dapat mengalami kelumpuhan di beberapa bagian wajah.

Oleh sebab itulah memencet jerawat di area segitiga wajah berpotensi bahaya yang tak main-main. Kalaupun setelah memencet jerawat Kamu  tidak mengalami infeksi serius, kebiasan ini bisa menyebabkan kulit bopeng. Selain itu, area yang dipencet juga biasanya akan berwarna lebih gelap dibanding dengan sekitarnya.

Mengapa Tak Boleh Pencet Jerawat

Armoura
Gambar: Istimewa

Ada beberapa alasan mengapa tak boleh pencet jerawat, diantaranya ialah: Memencet jerawat dapat meninggalkan bekas. Memencet jerawat dapat menyebarkan bakteri dan nanah dari pori yang terinfeksi ke pori-pori sekitarnya. Memencet jerawat dapat memperlambat proses penyembuhan alami dari tubuh, sehingga proses penyembuhan jerawat jadi lebih lama.

Secara tak sadar, kamu mendorong nanah dan bakteri lebih jauh ke dalam kulit, sehingga dapat mengakibatkan peradangan. Dibutuhkan tiga hingga tujuh hari untuk jerawat sembuh dengan sendirinya. Ketika kamu memencet jerawat, kamu dapat memperlambat prposes hingga 14 hari.

Jika Terpaksa, Lakukan Langkah Ini!

Armoura
Gambar: Hellosehat

Kamu telah berusaha menahan diri untuk tidak memencet jerawat. Namun, pada akhirnya kamu memutuskan untuk tetap memencetnya. Paling tidak, lakukan secara benar. Langkah-langkah berikut ini dapat membantu.

  1. Tunggu hingga jerawat matang dan kamu dapat melihat matanya yang berwarna putih. Memencet terlalu dini tak akan berhasil, malah meninggalkan bekas dan terasa sakit.
  2. Cuci tangan hingga bersih. Kamu tak menginginkan bakteri lainnya hinggap di kulit.
  3. Oleskan obat topikal seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide pada jerawatmu. Hal ini dapat membantu melancarkan proses pemencetan.
  4. Sterilkan jarum dengan alkohol. Gunakan jarum untuk menembus kulit tempat komedo putihmu berada. Kamu tidak perlu melakukan ini untuk komedo.
  5. Gunakan jari-jarimu atau dua buah cotton bud untuk berikan tekanan pada dua sisi jerawat ke arah “V”. Hal ini akan mendorong nanah atau minyak keluar dari pori-pori yang tersumbat.
  6. Oleskan sedikit alkohol pada area jerawat untuk memastikan tak ada bakteri yang tersebar ke bagian kulit lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top