Ini Pengertian Jerawat Papula, Penyebab dan Gejala yang Wajib Diketahui

Armoura
Armoura
Gambar: Hellosehat

Jerawat paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda. Gejala mulai dari komedo kepala hitam hingga jerawat nanah atau benjolan besar, kemerahan, dan lembut. Penanganan berupa krim dan pembersih yang dijual bebas, serta resep antibiotik.

Jerawat merupakan suatu bentuk peradangan pada kulit wajah yang disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah perubahan hormon. Perubahan hormon pada remaja saat pubertas merupakan hal yang wajar. Hormon androgen sebagai hormon seks mengalami kelebihan sehingga menyebabkan kelenjar minyak menjadi aktif, membesar, dan menghasilkan banyak minyak.

Salah satu jenis jerawat yang kerap dialami ialah jerawat papula. Papula biasanya muncul dalam bentuk benjolan kecil berwarna merah pada kulit. Benjolan ini biasanya berkelompok dan bisa sangat menyakitkan. Untungnya, papula bisa diobati dengan obat-obatan seperti antibiotik atau perawatan topikal seperti tretinoin. Retinol juga bisa dipakai untuk mengatasi papula.

Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber, jerawat papula, ini ciri ciri, penyebab dan cara mengatasinya, Selasa (19/5/2020).

Pengertian Jerawat Papula

Armoura
Gambar: Istimewa

Jerawat papula merupakan jerawat yang menonjol, tampak kemerahan, dapat teraba padat dan nyeri, tanpa ada titik nanah pada puncaknya. Meski terasa mengganggu ketika meradang, sebagian besar jerawat papula bukanlah kondisi yang serius dan dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah yang disesuaikan dengan anjuran dokter.

Papula dapat teraba sebagai tonjolan padat yang terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan, tapi tidak memiliki titik nanah pada puncaknya. Papula muncul ketika komedo hitam (blackhead) atau komedo putih (whitehead) dibiarkan tanpa pengobatan sampai akhirnya memicu iritasi parah yang merusak kulit sekitarnya. Kerusakan ini menyebabkan peradangan pada kulit, sehingga jadilah papula.

Secara umum jerawat terjadi akibat sumbatan, peradangan, serta infeksi yang terjadi pada folikel maupun kelenjar minyak di kulit. Sedangkan papula adalah lesi pada kulit berupa benjolan padat dengan ukuran kurang dari 1 sentimeter. Sama seperti jerawat pada umumnya, jerawat papula dapat timbul di berbagai area kulit tubuh.

Penyebab Jerawat Papula

Gambar: Pixabay

Munculnya jerawat papula bisa disebabkan karena berbagai faktor yang memengaruhi kondisi kulit. Namun, penyebab umum jerawat papula adalah sebagai berikut:

  1. Pengaruh hormonal (pubertas, menstruasi)
  2. Aktivitas bakteri di permukaan kulit
  3. Sumbatan folikel rambut dan kelenjar minyak
  4. Keturunan

Penyebab utama dari jerawat papula adalah penyumbatan pori-pori oleh sebum berlebih dan sel kulit mati. Kulit Kamudilengkapi dengan kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum (minyak) untuk menjaga kelembapan kulit. Namun karena berbagai faktor, kelenjar sebaceous menjadi sangat aktif sehingga menghasilkan sebum melebihi jumlah yang dibutuhkan.

Kulit juga terus menganti sel-sel penyusunnya. Sel-sel yang sudah tua dan rusak akan tergantikan dengan sel baru yang sehat. Sel yang mati ini seharusnya terbuang, dapat menumpuk di lapisan kulit terluar.

Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang diketahui dapat memicu timbulnya jerawat, seperti menjalani pengobatan (terapi hormon, kortikosteroid, atau anti-kejang), penggunaan kosmetik yang menyumbat pori-pori, pola perawatan dan kebersihan kulit, serta pengaruh lingkungan (polusi dan kelembapan tinggi).

Gejala Jerawat Papula

Armoura
Gambar: Pixabay

Adanya benjolan merah meradang di kulit bukan satu-satunya kamu jerawat papula. Berikut berbagai tkamudan gejala lain yang bisa Kamuamati, misalnya:

  1. Ukurannya beragam, dapat kecil dan besar; Ada yang terlihat seperti bintil kecil merah, atau besar dengan diameter sekitar 5 milimeter dan meradang.
  2. Tidak ada cairan putih atau kuning di puncaknya.
  3. Tonjolan kadang terasa nyeri ketika disentuh.

Ada kemungkinan tkamudan gejala lain yang mungkin terjadi namun tidak tercantum. Bila hal ini membuat Kamu khawatir, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top