Ini Penyebab Jerawat Hormon dan Cara Mengatasinya yang Mudah Dipraktekan

Armoura
Armoura
Gambar: sisternet.co.id

Jerawat paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda. Gejala mulai dari komedo kepala hitam hingga jerawat nanah atau benjolan besar, kemerahan, dan lembut. Penanganan berupa krim dan pembersih yang dijual bebas, serta resep antibiotik.

Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.

Jerawat merupakan suatu bentuk peradangan pada kulit wajah yang disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah perubahan hormon. Perubahan hormon pada remaja saat pubertas merupakan hal yang wajar.

Hormon androgen sebagai hormon seks mengalami kelebihan sehingga menyebabkan kelenjar minyak menjadi aktif, membesar, dan menghasilkan banyak minyak. Kelebihan minyak tersebut membuat kulit tersumbat dan terjadi infeksi. Selain itu, penyebab lainnya adalah infeksi bakteri, konsumsi obat-obatan hormonal, stres, makanan.

Salah satu jenis jerawat ialah jerawat hormone, berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber. Ini penyebab jerawat hormon dan cara mengatasinya:

Penyebab Jerawat Hormon

Armoura
Gambar: Istimewa

Jerawat bisa disebabkan karena ketidakseimbangan kadar hormon-hormon berikut ini:

  1. Hormon androgen

Peningkatan kadar hormon androgen, yaitu testosteron, dapat memicu kelenjar minyak untuk memproduksi minyak di wajah secara berlebihan. Efeknya, pori-pori kulit bisa tersumbat dan muncul jerawat. Peningkatan kadar hormon penyebab jerawat ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari pubertas, kehamilan, hingga konsumsi obat atau pil KB jenis tertentu.

  1. Hormon estrogen

Estrogen juga merupakan hormon penyebab jerawat. Berbeda dengan testosteron yang dapat menyebabkan jerawat bila kadarnya terlalu tinggi, estrogen bisa menyebabkan jerawat jika kadarnya terlalu rendah. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kadar hormon estrogen adalah menstruasi, perimenopause, penyakit ginjal, anoreksia, atau olahraga yang berlebihan.

  1. Hormon progesteron

Biasanya pada wanita, meningkatnya kadar hormon progesteron sebelum menstruasi dapat menyebabkan munculnya jerawat pada wajah. Tidak hanya itu, meningkatnya hormon testosteron setelah menstruasi membuat wajah memproduksi kelenjar minyak yang bisa mengakibatkan tersumbatnya pori-pori kulit, sehingga dapat menimbulkan jerawat. Inilah yang membuat terkadang jerawat muncul pada wajah saat menstruasi pada wanita.

Ciri-ciri Jerawat Hormonal

Armoura
Gambar: Istimewa

Kamu tentu harus bisa membedakan antara jerawat hormonal dengan jerawat yang disebabkan karena masalah kebersihan kulit kamu.

  1. Biasanya jerawat hormonal akan muncul pertama kali pada wanita yang masuk usia pubertas, yaitu sekitar usia 13 hingga 17 tahun.
  2. Jerawat juga akan muncul rutin saat kamu akan memasuki masa menstruasi atau selesai masa menstruasi. Tidak hanya itu, beberapa wanita hamil juga mengalami masalah jerawat karena perubahan hormon pada tubuhnya.
  3. Biasanya, jerawat yang disebabkan masalah hormonal akan lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan jerawat karena masalah kebersihan kulit. Kamu membutuhkan penanganan dokter untuk menghilangkan jerawat hormonal.

Cara Mengatasi Jerawat Hormon

Armoura
Gambar: Istimewa
  1. Kurangi makan Junk Food

Junk food mengandung garam yang sangat tinggi, sehingga perlu dihindari bagi kamu yang memiliki masalah jerawat hormonal. Selain itu, minuman bersoda juga memicu masalah jerawat hormonal ini.

  1. Kosumsi probiotik

Probiotik mengandung bakteri baik yang membantu tubuh untuk menyerap nutrisi, sehingga memenuhi asupan yang dibutuhkan oleh tubuh dan menghindarkan kamu dari masalah jerawat hormonal.

  1. Menjaga kebersihan kulit

Seperti yang telah disebutkan di atas, hormon dapat menyebabkan kulit menjadi berminyak atau kering. Pada kondisi seperti ini, kotoran mudah menempel, bakteri mudah berkembang biak, dan kulit juga rentan mengalami iritasi.

  1. Menggunakan obat jerawat

Untuk mengatasi jerawat yang membandel, Kamu bisa menggunakan obat jerawat. Namun, pilihlah obat jerawat yang sesuai dengan jenis kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top