Jatuh Cinta Bisa Menyebabkan Jerawat? Ini Penjelasannya Menurut Medis

armoura herb
Gambar: Pixabay

Ada beragam efek jatuh cinta pada seseorang. Selain membuat pipi terlihat merona, lebih banyak senyum-senyum sendiri, banyak berkhayal, bahkan jatuh cinta katanya bisa bikin jerawat tumbuh subur.

Usut punya usut, anggapan jatuh cinta bikin jerawatan tidak muncul tanpa sebab. Anggapan jatuh cinta membuat seseorang menjadi jerawatan adalah mitos. Jatuh cinta bukan menjadi faktor utama penyebab jerawat.

Melansir dari kanal Klikdokter, menjelaskan bahwa ada sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis “Psychoneuroendocrinology” menyebut, orang yang sedang jatuh cinta mengalami peningkatan kadar hormon kortisol di dalam tubuhnya. Hormon kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab atas terjadinya stres. Produk penghilang jerawat, disini. 

Berikut akan dijelaskan lebih jauh seputar jatuh cinta yang dikatakan dapat menyebabkan munculnya jerawat.

Penjelasan Munculnya Jerawat Saat Jatuh Cinta

Gambar: Pixabay

Melansir dari kanal Hellosehat,sebuah penelitian dalam jurnal Psychoneuroendocrinology, kadar hormon kortisol dalam tubuh orang yang baru jatuh cinta cenderung lebih tinggi ketimbang yang tidak sedang kasmaran. Produk penghilang jerawat, disini. 

Kortisol merupakan hormon yang bertanggung jawab memicu reaksi stres. Maka, adanya peningkatan hormon kortisol menjadi penanda bahwa tubuh mengalami stres yang mungkin tidak Anda sadari.

Stres merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat, karena kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dapat memicu peradangan pada kulit. Namun, stres saat jatuh cinta biasanya tidak berlangsung lama. Stres yang muncul cenderung ringan dan berlangsung sementara, sehingga tidak akan sampai memicu peradangan.

Stres yang Anda rasakan karena seseorang yang sedang dekat tersebut mungkin tidak kunjung membalas chat akan segera tergantikan dengan perasaan bahagia bukan kepalang begitu ada notifikasi baru muncul di layar ponsel. Perasaan bahagia ini dipicu oleh produksi hormon bahagia dopamin yang dilepaskan otak saat membaca nama seseorang tersebut muncul di ponsel Anda.

Ketika tubuh sedang memiliki hormon bahagia, tidak ada alasan bagi tubuh untuk melepaskan hormon stres yang memicu peradangan. Oleh karena itu, jatuh cinta tidak selalu pasti bikin jerawatan. Tubuh justru sedang sibuk-sibuknya memproduksi hormon bahagia selama Anda sedang kasmaran, sehingga kecil kemungkinannya jatuh cinta bikin jerawatan.

Hal yang Menyebabkan Jerawat Muncul

Melansir dari kanal Klikdokter, menurut medis jerawat dikenal dengan istilah acne vulgaris. Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari Klikdokter, jerawat adalah peradangan kulit yang mengenai kelenjar sebum dan folikel rambut akibat tersumbatnya pori-pori kulit. Jerawat dapat muncul di mana saja, sepanjang terdapat kelenjar sebum dan folikel rambut.

Sumbatan pori-pori kulit penyebab jerawat ini dapat disebabkan oleh kotoran, sebum (lemak yang dihasilkan oleh kelenjar lemak kulit), dan bakteri yang menumpuk. Itu semua dapat menyebabkan reaksi peradangan dan infeksi.

“Jerawat umumnya muncul pada sekitar usia pubertas (11–12 tahun), yakni saat hormon-hormon seksual mulai aktif bekerja menstimulasi kelenjar minyak. Karena itu, tidak heran kalau jerawat banyak muncul saat usia remaja,” jelas dr. Nabila. Produk penghilang jerawat, disini. 

Masa remaja merupakan waktu kebanyakan orang pertama kali jatuh cinta. Itulah mengapa jerawatan kerap dikaitkan dengan fenomena jatuh cinta.

Manfaat Jatuh Cinta

Armoura
Gambar: Istimewa

Seperti dijelaskan di atas bahwa jatuh cinta bukan penyebab utama munculnya jerawat, maka jangan takut untuk jatuh cinta. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter, ada sejumlah manfaat jatuh cinta bagi kesehatan yang bisa dirasakan, seperti:

Meningkatkan daya tahan tubuh

Jatuh cinta dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh ke tingkat yang lebih prima. Hal ini berarti, risiko terjadinya berbagai macam penyakit juga akan menurun. Produk penghilang jerawat, disini. 

Memuat jantung lebih sehat

Ada penelitian yang melaporkan bahwa perasaan bahagia saat jatuh cinta mampu menurunkan tekanan darah dan frekuensi denyut nadi. Selain itu, perasaan bahagia saat jatuh cinta juga bisa meningkatkan kualitas sistem yang mengatur kerja jantung, sehingga organ vital ini tetap terjaga kesehatannya.

Panjang umur

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa jatuh cinta dapat memperpanjang usia. Sebab, pasangan yang jatuh cinta cenderung akan saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan masing-masing.

Mengurangi rasa nyeri

Sebuah studi mengungkapkan, peserta penelitian yang memegang tangan pasangannya merasakan sensasi nyeri yang lebih rendah ketimbang peserta lain yang tidak memegang tangan pasangannya.

Faktanya, jatuh cinta yang disertai dengan perasaan stres bisa merangsang peningkatan hormon, yang pada akhirnya menyebabkan jerawat, apalagi jika ditambah dengan banyaknya kotoran yang menumpuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top