Jenis-jenis Chemical Peeling Berdasarkan Kedalamannya, Wajib Diketahui

Gambar: www.cderma.id

Chemical peeling atau peeling wajah adalah prosedur kecantikan yang bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas sehingga mempercepat proses regenerasi sel kulit. Hasilnya, kulit akan tampak lebih bersih, sehat, halus, kinclong, dan awet muda. Ada beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang menjalani perawatan kulit dengan metode peeling wajah, yaitu:

  • – Kerutan yang disebabkan oleh penuaan (keriput)
  • – Garis-garis halus di area bawah mata dan sekitar mulut
  • – Beberapa jenis jerawat dan bekas jerawat
  • – Hiperpigmentasi atau warna kulit lebih gelap pada area kulit tertentu
  • – Warna kulit tidak merata
  • – Kulit kemerahan
  • – Kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari
  • – Bekas luka ringan pada wajah
  • – Melasma

Kamu mungkin tidak disarankan untuk melakukan chemical peeling bila memiliki kondisi sebagai berikut:

  • – Riwayat jaringan parut yang abnormal
  • – Warna kulit terlalu gelap
  • – Kondisi pigmentasi berlebihan pada bekas luka
  • – Menggunakan pengobatan jerawat selama setahun terakhir
  • – Kondisi kulit sensitif

Meski perawatan ini umum dilakukan pada wajah, chemical peeling juga dapat digunakan untuk mempercantik kulit area leher dan tangan. Namun, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu guna mengetahui apakah kamu aman atau tidak untuk melakukan chemical peeling.

Jenis-jenis Peeling Wajah yang Perlu Diketahui

Gambar: Istimewa

Peeling wajah umumnya terdiri atas tiga jenis yang dibedakan berdasarkan kedalamannya. Ketiga jenis peeling wajah tersebut adalah

  1. Peeling wajah ringan (superficial chemical peeling)

Jenis peeling wajah satu ini bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati pada lapisan kulit terluar (epidermis). Peeling wajah ringan biasanya digunakan untuk mengatasi warna kulit tidak merata, kulit kering, jerawat, dan garis-garis halus di wajah. Peeling wajah ringan menggunakan kombinasi larutan kimia asam hidroksi alfa dan asam hidroksi beta, seperti asam glikolat, asam laktat, asam salisilat dan asam malat.

  1. Peeling wajah sedang (medium chemical peeling)

Peeling wajah sedang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dari lapisan epidermis dan bagian atas dermis, yakni lapisan di bawah epidermis. Jenis chemical peeling ini biasanya digunakan untuk mengatasi bekas jerawat, kerutan wajah, dan warna kulit tidak merata. Chemical peeling sedang menggunakan larutan kimia asam trikloroasetat atau asam glikolat.

  1. Peeling wajah dalam (deep chemical peeling)

Peeling wajah dalam dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati pada lapisan epidermis serta bagian tengah hingga bawah lapisan dermis. Jenis peeling ini biasanya bertujuan untuk mengatasi kerutan wajah yang lebih dalam, kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, bekas luka, atau pertumbuhan kelainan kulit prakanker. Peeling wajah dalam menggunakan larutan kimia asam karbolat (fenol) atau asam trikloroasetat yang bisa menyerap hingga lapisan dermis kulit.

Cara Kerja Chemical Peeling

Gambar: Woop.id

Kamu dapat melakukan chemical peeling di klinik kecantikan. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit.Secara umum, chemical peeling dilakukan dengan cara mengoleskan cairan kimia yang sudah diracik oleh dokter spesialis kulit di laboratorium pada kulit wajah dan leher kamu. Namun, cairan kimia yang digunakan tergantung pada jenis peeling wajah yang kamu pilih. Berikut cara kerja chemical peeling sesuai dengan jenis-jenisnya.

  1. Peeling wajah ringan (superficial chemical peeling)
  • Pertama, dokter akan membersihkan wajah pasien.
  • Selanjutnya, dokter akan mengoleskan cairan kimia berupa asam salisilat atau asam glikolat pada area kulit pasien menggunakan kuas, kasa, kapas, atau spons.
  • Dokter akan membiarkan larutan cairan kimia tersebut di kulit selama beberapa menit. Pasien mungkin akan merasakan sedikit sensasi, seperti perih atau sengatan, selama proses ini.
  • Jika sudah, dokter akan menghilangkan cairan kimia dengan cara membersihkan area kulit tersebut menggunakan cairan penetral (neutralizer).
  1. Peeling wajah sedang (medium chemical peeling)
  • Dokter akan membersihkan wajah pasien terlebih dahulu.
  • Berikutnya, dokter akan mengoleskan cairan kimia berupa asam trikloroasetat atau asam glikolat pada area kulit pasien menggunakan kuas, kasa, kapas, atau spons.
  • Kemudian, dokter akan membiarkan larutan cairan kimia tersebut di kulit selama beberapa menit. Selama proses ini, pasien mungkin akan merasakan sedikit sensasi, seperti perih atau sengatan.
  • Area kulit pasien yang dilakukan peeling wajah akan berubah warna menjadi abu-abu keputih-putihan.
  • Jika sudah, dokter akan membersihkan cairan kimia tersebut dan menetralkan area kulit menggunakan kompres dingin.

Setelah chemical peeling ini, kulit pasien mungkin akan berubah menjadi merah atau cokelat selama beberapa hari. Proses pengelupasan biasanya terjadi 48 jam setelah peeling dan prosesnya berlangsung selama seminggu. Sangat penting untuk menjaga kulit tetap lembap selama proses pengelupasan tersebut.

  1. Peeling dalam (deep chemical peeling)
  • Dokter akan memberikan obat penenang dan obat bius lokal untuk membuat area kulit wajah mati rasa.
  • Selanjutnya, dokter akan menjalani proses pembersihan wajah secara bertahap.
  • Dokter akan mengoleskan asam karbolat dengan jeda waktu setiap 15 menit.
  • Kemudian, dokter akan membersihkan dan menetralisir area kulit pasien menggunakan air.
  • Dokter akan mengoleskan obat salep pada kulit pasien guna mencegah kulit kering dan rasa nyeri yang ditimbulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top