Mengenal Chemical Peeling, Metode Perawatan untuk Kulit Wajah Bersinar

Gambar: www.webmd.com

Prosedur kecantikan wajah memang tidak ada habisnya. Salah satu metode kecantikan yang cukup digemari oleh banyak orang adalah chemical peeling atau peeling wajah.

Peeling wajah adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk mempercantik kulit wajah dengan cara mengangkat lapisan kulit terluar. Ketahui mengenai manfaat, jenis, dan prosedur chemical peeling selengkapnya dalam artikel berikut ini yang telah dilansir dari SehatQ.

Mengenal Chemical Peeling

Chemical peeling atau peeling wajah adalah prosedur kecantikan yang bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas sehingga mempercepat proses regenerasi sel kulit. Hasilnya, kulit akan tampak lebih bersih, sehat, halus, kinclong, dan awet muda. Ada beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang menjalani perawatan kulit dengan metode peeling wajah, yaitu:

  • – Kerutan yang disebabkan oleh penuaan (keriput)
  • – Garis-garis halus di area bawah mata dan sekitar mulut
  • – Beberapa jenis jerawat dan bekas jerawat
  • – Hiperpigmentasi atau warna kulit lebih gelap pada area kulit tertentu
  • – Warna kulit tidak merata
  • – Kulit kemerahan
  • – Kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari
  • – Bekas luka ringan pada wajah
  • – Melasma

Kamu mungkin tidak disarankan untuk melakukan chemical peeling bila memiliki kondisi sebagai berikut:

  • – Riwayat jaringan parut yang abnormal
  • – Warna kulit terlalu gelap
  • – Kondisi pigmentasi berlebihan pada bekas luka
  • – Menggunakan pengobatan jerawat selama setahun terakhir
  • – Kondisi kulit sensitif

Meski perawatan ini umum dilakukan pada wajah, chemical peeling juga dapat digunakan untuk mempercantik kulit area leher dan tangan.Namun, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu guna mengetahui apakah kamu aman atau tidak untuk melakukan chemical peeling.

Manfaat Cheemical Peeling untuk Kulit Wajah

Gambar: www.cderma.id

Banyak wanita yang melakukan peeling wajah karena hasilnya dapat membuat kulit wajah bersinar dan tampak lebih cantik. Padahal, manfaat chemical peeling juga dapat mengatasi berbagai keluhan seputar kecantikan, seperti:

  • – Mengatasi kerutan akibat penuaan atau paparan sinar matahari
  • – Mengurangi garis-garis halus yang biasanya ada di sekitar bawah mata dan mulut
  • – Mengatasi beberapa jenis jerawat dan bekas jerawat
  • – Mengurangi flek hitam, kulit kusam dan gelap
  • – Meremajakan kulit
  • – Mengatasi bekas luka ringan
  • – Mencerahkan warna kulit
  • – Membuat kulit wajah bersinar, cantik, dan sehat

Apa yang terjadi setelah chemical peeling dilakukan?

Gambar: stocksy.com

Dokter biasanya memperbolehkan pasien pulang setelah menjalani chemical peeling dan tidak memerlukan rawat inap. Kondisi yang dialami pasien setelah peeling wajah dan lamanya proses penyembuhan tergantung kepada jenis peeling yang dilakukan.

Akan tetapi, secara umum reaksi setelah chemical peeling mirip dengan luka bakar yang terkena sinar matahari. Pasien akan mengalami kulit kemerahan yang berlangsung sekitar 3-7 hari setelah peeling dilakukan.

Pada jenis peeling wajah sedang dan dalam, pasien mungkin mengalami pembengkakan atau lepuhan yang bisa pecah, berubah warna kecokelatan, hingga mengelupas selama 7-14 hari. Setiap pasien yang baru menjalani peeling wajah, sebaiknya hindari paparan sinar matahari selama beberapa bulan hingga lapisan kulit baru menutupi area peeling. Ini karena lapisan kulit baru masih rentan terhadap paparan sinar matahari.

Amankah peeling wajah dilakukan? 

Gambar: CNN Indonesia

Perawatan peeling wajah aman dilakukan oleh para dokter spesialis kulit. Ya, meski peeling wajah terkesan berbahaya lantaran kulit yang mengelupas atau rusak setelah prosedur, metode perawatan ini tergolong aman.

Pasalnya, kulit manusia memang memiliki kemampuan alami untuk menyembuhkan diri dan memperbaiki sel-sel kulit yang rusak. Peeling wajah dilakukan pada lapisan kulit bernama dermis.

Dermis adalah lapisan kulit terluar yang memiliki dua lapisan sendiri. Pada lapisan dermis dalam atau dikenal dengan retikuler, kerusakan jaringan akan meninggalkan bekas luka.

Sementara, lapisan dermis paling atas atau disebut dengan papiler mampu memperbaiki kerusakan jaringan dan sel-sel kulit tanpa meninggalkan bekas luka atau kerusakan kulit apa pun. Cairan kimia yang digunakan untuk peeling wajah hanya akan diserap sampai pada lapisan dermis paling atas. Maka dari itu, kamu tak perlu khawatir bila cairan kimia akan merusak lapisan kulit kamu yang lebih dalam.

Risiko dan efek samping chemical peeling

Sumber: Sociolla

Peeling wajah sebenarnya merupakan tindakan yang aman dilakukan. Namun, sama seperti prosedur medis lainnya, ada beberapa risiko efek samping chemical peeling yang mungkin terjadi.

Efek samping chemical peeling yang umum terjadi, termasuk kulit kemerahan, kering, sensasi rasa menyengat atau terbakar, dan kulit membengkak. Selain itu, ada sejumlah risiko komplikasi chemical peeling yang mungkin terjadi, seperti:

  • – Perubahan warna kulit. Peeling wajah menyebabkan area kulit yang menjalani perawatan menjadi lebih gelap atau terang dibandingkan kulit normal. Kondisi ini lebih umum terjadi pada seseorang yang memiliki kulit berwarna gelap dan bersifat permanen.
  • – Bekas luka. Meski jarang terjadi, peeling wajah dapat menimbulkan bekas luka permanen di kulit.
  • – Infeksi. Bagi pasien dengan riwayat herpes simpleks, peeling wajah bisa menyebabkan virus herpes aktif kembali. Walaupun jarang terjadi, chemical peeling bisa menyebabkan infeksi bakteri atau jamur.
  • – Kerusakan ginjal, hati, dan jantung. Prosedur chemical peeling dalam yang menggunakan asam karbolat (fenol) bisa berisiko menyebabkan kerusakan pada otot jantung, ginjal, dan hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top