Sabun Antibakteri Cair dan Batangan, Mana yang Lebih Baik?

Gambar: Istimewa

Setiap hari tubuh Anda terpapar berbagai macam bakteri dan kotoran. Membilasnya dengan air saja tidaklah cukup. Anda membutuhkan sabun untuk membunuh bakteri yang bandel dan menempel kuat di permukaan kulit.

Untuk Anda yang sangat mudah berkeringat baik karena suka berolahraga atau memang metabolisme tubuhnya berlebih, sebaiknya Anda memilih sabun mandi yang mengandung antibakteri. Sabun mandi yang mengandung anti bakteri mampu membantu Anda dalam membersihkan bakteri yang melekat bersama keringat yang Anda produksi.

Sabun antibakteri dibuat dengan bahan khusus untuk membunuh kuman yang menempel di permukaan kulit. Bentuknya beragam, ada sabun bakteri cair dan ada pula yang sabun batang. Berikut telah kami rangkum dari berbagai sumber, sabun antibakteri cair dan batangan.

Cara menggunakan sabun antibakteri

Gambar: Dokter.id

Terlepas dari bentuk sabunnya, apakah cair atau batang, cara Anda menggunakan sabun antibakteri juga perlu diperhatikan.Anda bisa meminimalisir paparan bakteri di sabun batangan Anda. Caranya, bilaslah tangan terlebih dulu dengan air sebelum memegang sabun.

Bilas pula sabun batangan Anda sebelum menggosokkannya pada tangan atau tubuh. Pastikan juga wadah sabun batang selalu kering dan bersih. Sementara, jika Anda menggunakan sabun cair, jangan lupa membersihkan wadahnya secara berkala.

Sabun Antibakteri Cari Vs Batangan

Gambar: Istimewa

Di pasaran, sabun antibakteri dikemas dalam bentuk cair dan batang. Mana yang Anda pilih, sebenarnya bebas sesuai keinginan. Akan tetapi, ada pertimbangan dari sisi medis yang perlu Anda ketahui mengenai jenis sabun antibakteri ini.

Elaine L. Larson, PhD, seorang dosen epidemiologi di Columbia University menjelaskan pendapatnya mengenai hal ini pada laman Huffington Post. Menurutnya, kuman bisa menempel di mana pun, bahkan pada sabun antibakteri yang ada di rumah.

Namun, sabun batang memiliki kemungkinan terpapar bakteri yang lebih besar dibandingkan sabun cair yang ditempatkan pada wadah tertutup. Sabun antibakteri berbentuk batang digunakan secara langsung dengan meletakkannya di tangan. Ini memungkinkan perpindahan bakteri dari tangan ke sabun.

Wadah sabun batang juga juga sering kali terendam air sehingga membuatnya menjadi lembap dan menjadi tempat yang pas untuk bakteri berkembang biak. Oleh karena bakteri yang lebih mudah berpindah ke sabun antibakteri berbentuk batang, sabun cair mungkin menjadi pilihan terbaik.

Meski begitu, Anda tidak perlu cemas untuk menggunakan sabun batang. Bakteri yang menempel di sabun biasanya lemah sehingga kecil kemungkinannya membuat membuat Anda sakit atau mengalami infeksi kulit.

Namun, pengecualian jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Memilih sabun antibakteri cair adalah langkah yang tepat, dibandingkan sabun batang. Untuk mengetahui lebih pasti, berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan sabun yang cocok dengan kondisi kulit Anda.

Sabun antibakteri pentingkah?

Gambar: Istimewa

Perlu atau tidak menggunakan sabun antibakteri, entah bentuk batang atau cair, bergantung pada situasi dan kondisi kulit Anda. Penggunaan sabun antibakteri biasanya lebih direkomendasikan pada tempat-tempat yang paparan bakterinya lebih kuat dan banyak, seperti instansi rumah sakit, tempat penitipan hewan, atau panti jompo.

Sementara itu, untuk di rumah, Anda cukup menggunakan sabun biasa. Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat (FDA) menyebutkan bahwa menggunakan sabun biasa sebenarnya sudah cukup ampuh untuk membersihkan kuman. Menggunakan sabun pembasmi bakteri terlalu sering atau dalam jangka panjang diketahui dapat mengurangi jumlah bakteri sehat di kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top