Tips Hari Ke – 23: Ini 5 Kesalahan Umum Yang Sering Terjadi Saat Menjalani Diet Ketosis

Pernah gagal menjalani diet ketosis? Ladies, mungkin kamu melakukan kesalahan-kesalahan berikut sehingga diet gagal atau bahkan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

  1. Terlalu Banyak Konsumsi Protein

Peran protein pada diet ketosis cukup penting baik untuk versi standar dan versi tinggi protein. Namun, konsumsi protein berlebihan justru membuatmu jauh dari kondisi ketosis yang menjadi tujuan diet ketosis. Kadar asupan protein yang dibutuhkan pada diet ini hanya sekitar 20% dari porsi makanan. Sedangkan kadar asupan lemak baik yang dibutuhkan sekitar 70-80% dari porsi makanan. Kelebihan protein justru bisa menghalangi tubuh dari ketosis.

2. Berfokus Pada Makronutrien Bukan Kualitas Makanan

Ladies, meski diet ketosis tak melarang makan makanan berlemak yang enak, bukan berarti kamu bisa makan sesukanya. Ada makanan yang cocok untuk diet ketosis tapi sayangnya makanan tersebut mengandung lemak tak sehat. Kerapkali pelaku diet hanya memperhatikan panduan makronutrien di mana rendah karbohidrat, sedang protein dan tinggi lemak. Tapi, tak memperhatikan kualitas makanan.

Jadi, jangan heran kalau pelaku diet ketosis sering mengalami peradangan karena mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan. Agar terhindar dari masalah ini, sebaiknya buat menu diet yang menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak zaitun, makanan laut dalam kaleng atau kacang-kacangan. Makanan alami diketahui mampu mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tak sehat.

Demikian pula saat memilih daging. Pilihlah daging berkualitas tinggi yang mengandung sedikit lemak seperti dari sapi yang diberi pakan rumput segar. Atau bisa juga berupa telur ayam dari ayam kampung yang dipiara bebas dan ikan hasil tangkapan laut bukan hasil peternakan. Selain itu, tambahkan lemak dari tumbuhan seperti alpukat dan kelapa.

3. Terlalu Banyak Konsumsi Susu

Pada diet ketosis konvensional susu menjadi salah satu menu utama yang bisa dikonsumsi. Sayangnya, konsumsi susu menjadi penghalang bagi orang yang alergi susu atau memiliki respon peradangan ketika mengkonsumsi susu. Faktanya, susu menjadi salah satu penyebab utama permasalahan peradangan di era modern.

Permasalahan terkait dengan susu sebenarnya tak hanya dari produk susunya, melainkan juga dari sapinya. Produk susu konvensional dikenal menjadi pemicu masalah pencernaan karena biasa mengandung kasein (protein susu) subtipe A1. Mayoritas peternakan sapi kerap menyuntik sapi mereka dengan antibiotik maupun hormon.

Kemudian susu yang dihasilkan dari sapi yang disuntik hormon tadi dipasteurisasi dan dibuang lemaknya. Lemak yang terbuang diganti dengan vitamin sintetis guna menutup kekurangan protein. Itu sebabnya banyak yang beralih mengkonsumsi susu keju atau susu kacang. Sebagai alternatif, kamu bisa memilih sumber lemak dan protein lainnya seperti keju krim atau mozarella.

4. Menghindari Produk Nabati

Para pelaku diet ketosis yang sering gagal biasanya mengabaikan konsumsi sayur-sayuran. Hal ini karena sayuran dianggap sebagai sumber protein sehingga tak terlalu dibutuhkan tubuh. Akibatnya banyak pelaku diet yang mengalami defisiensi fitonutrien dan prebiotik yang penting bagi kesehatan usus.

Pola makan yang rendah serat namun tinggi lemak seperti ini ditengarai sebagai pemicu peradangan dan kekurangan elektrolit. Pada diet ketosis yang benar, tubuh masih bisa menyerap elektrolit dari sayuran alami. Namun, pada konsumsi sayuran yang rendah, tubuh menyerap elektrolit dari sumber lainnya sehingga tubuh kekurangan cairan.

5. Mengkonsumsi Makanan Olahan

Makanan berupa potongan daging berlemak yang dikonsumsi oleh pelaku diet ketosis jarang dikonsumsi pada jenis diet lainnya. Namun, makanan rendah organik dan daging olahan ditengarai meningkatkan resiko kanker dan masalah kesehatan lainnya. Padahal daging tersebut mengandung lemak dan vitamin B yang mampu mencegah inflamasi.

Ladies, apabila kamu tetap ingin memasukkan daging ke dalam menu diet, pastikan hanya memilih daging organik dari peternakan yang memberi pakan rumput pada ternaknya dan kurangi konsumsi daging olahan. Selain itu, lengkapi sumber makronutrien dari ikan tangkapan liar bukan hasil ternak. Kedua jenis daging tersebut merupakan pilihan yang sehat sebagai sumber makronutrien untuk pelaku diet ketosis.

Ladies, selain ke lima hal di atas kamu juga harus menyiapkan tubuhmu bila ingin diet ketosis. Apalagi bila kamu tak terbiasa mengkonsumsi lemak dalam kadar yang tinggi. Pilihlah menu makanan yang benar-benar sesuai dengan kondisi tubuh, jangan sampai malah memberatkan sistem pencernaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *