Tips Hari Ke – 25: Terbukti Efektif Kurangi Berat Badan, Apakah Diet Mayo Sehat?

Anda barangkali sudah pernah mendengar atau bahkan mencoba menjalani diet mayo. Banyak wanita yang menjalani program diet ini, terutama mereka yang ingin mengurangi berat badan dan mendapatkan tubuh langsing. Apalagi, program ini mengklaim mampu menurunkan berat badan secara efektif, bahkan hingga 5 sampai 7 kg hanya dalam dua minggu, dengan mengandalkan menu makanan bebas garam.

Meskipun efektif, Anda barangkali bertanya-tanya apakah program diet yang satu ini sehat. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini adalah ulasannya. Selamat membaca!

Mengenal Diet Mayo

Meskipun sama-sama memiliki kata “Mayo” di dalamnya, diet mayo tidaklah berkaitan dengan program Mayo Clinic Diet yang disusun oleh para pakar dari Mayo Clinic, yaitu sistem rumah sakit top di Amerika Serikat. Berbeda dengan Mayo Clinic Diet yang menggunakan piramida untuk menggambarkan berapa banyak porsi yang idealnya dikonsumsi untuk jenis-jenis makanan tertentu, diet mayo fokus pada pengurangan asupan garam dan karbohidrat selama 13 hari.

Apabila Anda cermati, program diet yang diidentikkan dengan diet wanita ini banyak ditawarkan oleh berbagai katering. Mereka menyediakan menu makanan lengkap untuk diet mayo dengan berbagai jenis masakan yang diolah dengan cara dipanggang atau dikukus. Menu biasanya didominasi dengan sayur dan berbagai makanan sumber protein. Tidak ada sayur, apalagi penggunaan garam dalam proses pengolahannya.

Karena itulah para peneliti berpendapat bahwa diet ini bukanlah diet sehat, namun lebih menyerupai dengan istilah fad diet. Artinya, diet ini belum mampu dibuktikan apa manfaatnya untuk kesehatan serta efeknya dalam jangka panjang. Penurunan berat badan yang terjadi pun diduga karena pengurangan jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh secara drastis.

Mengapa Diet Mayo Bisa Turunkan Berat Badan

Kalau begitu, lantas mengapa diet ini bisa menurunkan berat badan secara signifikan? Ingat bahwa tubuh menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi yang utama. Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh kemudian disimpan dalam wujud glikogen, yang kemudian dibakar sebagai sumber energi tersebut. jika cadangan glikogen habis, tubuh lantas akan menggunakan lemak untuk bahan bakarnya.

Hanya saja, jika tubuh masih juga belum mendapatkan asupan karbohidrat, maka protein yang lama-kelamaan akan dipecah untuk menjadi sumber energi. Padahal, protein tidak bisa disimpan oleh tubuh, sehingga perlahan tubuh pun kekurangan protein. Ada berbagai tanda bahwa tubuh kekurangan protein, seperti penurunan massa otot, yang membuat tubuh kelihatan kurus. Selain itu, asam amino tidak mampu lagi memperbaiki sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.

Dampak dari Membatasi Asupan Garam

Selain pembatasan jumlah konsumsi karbohidrat, program diet ini mengklaim mampu menurunkan berat badan karena pembatasan jumlah konsumsi garam. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, mengingat sifat garam yang mampu mengikat air di dalam tubuh. Karena itu, jika Anda pernah mendengar atau bahkan mengalami yang namanya bloating alias tubuh yang membengkak, garam adalah salah satu tersangka yang menyebabkan kondisi itu. Atau, jika Anda sering merasa harus terus-menerus setelah makan makanan asin, maka kandungan garam di dalam makanan tersebut itulah yang memicu kondisi tersebut.

Dalam diet mayo, konsumsi garam yang sangat dibatasi cenderung mengakibatkan Anda jadi sering kencing. Hal ini dikarenakan tidak adanya garam yang mampu mengikat air dalam tubuh. Di samping itu, kandungan sodium dalam yang berkurang juga mengakibatkan tingginya frekuensi buang air kecil Anda. Sebab, sodium bekerja menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Karena itulah penurunan berat badan yang drastis pun bisa dikarenakan hilangnya cairan tubuh.

Diet Mayo, Sehatkah?

Kesimpulannya, diet mayo memang bisa menurunkan berat badan, akan tetapi hal tersebut terjadi karena penurunan massa otot dan hilangnya cairan di dalam tubuh karena pembatasan konsumsi karbohidrat dan garam. Padahal, keduanya bukanlah yang dianggap para pakar nutrisi sebagai penurunan berat badan yang ideal.

Di samping itu, program diet ini juga punya efek yoyo. Artinya, begitu siklus diet selama 13 hari berakhir, Anda akan mengalami kenaikan berat badan begitu Anda kembali menjalani pola makan yang lama. Hal tersebut dikarenakan cara kerja diet mayo yang tidak menganjurkan adanya penerapan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Dengan begitu, tak heran kalau berat badan Anda lantas akan kembali seperti semula seperti sebelum Anda berdiet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *