Tips Hari Ke – 30: Diet Ketogenic, Cara Cepat Bikin Kurus Tapi Ada Resikonya

Diet ketogenic atau sering disebut juga dengan diet keto disebut-sebut cukup efektif bikin kurus ini memiliki kelebihan salah satunya pola makan yang tak seketat diet lainnya. Tapi, bukan berarti diet ini bebas dari resiko.

Diet Ketogenic, Diet Rendah Karbohidrat Tinggi Lemak yang Beresiko

Diet ketogenic terbilang unik karena beda dengan diet yang lain. Kalau diet lainnya menyiksa badan dengan membatasi asupan kalori per harinya, diet ketogenic justru membebaskan pelakunya untuk makan makanan berlemak. Hanya saja pantangannya harus mengurangi asupan gula dan karbohidrat. Awalnya diet ini dikhususkan bagi orang yang menderita gangguan epilepsi. Hal ini karena orang yang memiliki gangguan tersebut harus membatasi asupan karbohidrat karena sulit mengolah karbohidrat di dalam tubuh.

Pembatasan asupan karbohidrat juga membuat diet ketogenic sangat bagus untuk penderita diabetes karena mampu mengurangi kadar HbA1c. Peran karbohidrat yang biasa dipakai sebagai bahan bakar tubuh digantikan oleh lemak dan protein. Hal inilah yang dianggap membuat diet ketogenic ini sangat ampuh untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Tapi, ternyata diet ini ada resikonya juga lho Ladies.

Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Pelaku diet ketogenic umumnya bertujuan untuk menurunkan berat badan. Memang diet ini terbilang cukup efektif bisa membantumu mencapai berat badan ideal dalam tempo singkat. Pasalnya, karbohidrat yang biasa dijadikan sumber energi dalam tubuh kini jumlahnya sedikit. Sehingga mau tak mau berat badan pun lama kelamaan akan turun.

Tapi, jangan lantas menganggap penurunan berat badan ini tanda kalau tubuhmu sehat Ladies. Penurunan berat badan yang dialami pelaku diet ketogenic umumnya tak berlangsung lama. Hal ini karena tubuh awalnya kehilangan karbohidrat sebagai energi utama kemudian digantikan oleh lemak.

Nah, agar bisa mencapai berat badan ideal kamu harus memastikan kalau makanan yang dikonsumsi mengandung lemak dan protein. Tapi, kalau terlalu banyak mengkonsumsi lemak maka lama kelamaan akan memicu penimbunan lemak dalam tubuh. Akhirnya, berat badan naik lagi deh ke berat semula atau bahkan melebihi berat semula.

Penyusutan Otot

Diet ketogenic membuat tubuh mengalami proses ketosis yakni pembakaran lemak menjadi energi. Meski kedengarannya keren Ladies, proses ini juga memiliki efek samping yakni menghilangkan jaringan lemak dan membuat otot menyusut. Proses pembentukan otot membutuhkan karbohidrat. Sedangkan protein dibutuhkan untuk membantu pemulihan sel otot yang rusak. Tapi, karena diet ini mengurangi asupan karbohidrat, akibatnya jaringan otot bisa menyusut atau pecah apabila kebutuhan kalori tak tercukupi.

Memicu Gejala Flu

Efek samping lainnya dari diet ketogenic juga bisa berupa gejala tak enak badan layaknya hendak sakit flu seperti mual, pilek, sakit kepala dan kelelahan. Kondisi ini sering disebut juga sebagai keto flu yang berlangsung beberapa hari. Keto flu disebabkan oleh proses adaptasi tubuh yang kehilangan sumber energi utama sehingga otak tak berfungsi dengan baik.

Kaki Kram

Ladies, jangan heran ketika menjalani diet ketogenic kaki sering mengalami kram. Kram di kaki ini muncul karena tubuh kekurangan mineral seperti natrium atau dehidrasi. Kekurangan natrium terjadi karena produksi natrium di ginjal yang menurun. Penurunan tersebut disebabkan karena pada saat menjalani diet ketogenic, kadar insulin dalam tubuh pun menurun. Meskipun kram bukan masalah serius, tapi kalau terjadi berulang kali tentu sangat mengganggu.

Penurunan Kadar Gula

Penurunan konsumsi karbohidrat oleh pelaku diet ketogenic membuat tubuh beradaptasi sehingga memunculkan gejala hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan gangguan kesehatan yang muncul karena kadar gula dalam darah di bawah normal. Beberapa gangguan yang bisa kamu alami karena hipoglikemia ini seperti sulit konsentrasi, detak jantung tak normal, gangguan tidur, munculnya sindrom kecemasan atau cepat lelah.

Bau Mulut

Resiko diet ketogenic yang sering dikeluhkan adalah bau mulut. Bau mulut disebabkan oleh proses pengolahan keton dalam tubuh. Proses pengolahan keton ini meningkatkan produksi aseton dalam urin, keringat, darah dan nafas yang menyebabkan bau mulut.  Efek samping yang satu ini memang sangat mengganggu. Jadi Ladies, ada baiknya kamu konsultasi terlebih dahulu dengan ahli gizi atau dokter langgananmu demi mencegah bahaya diet ketogenic.  

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *